
Saat hamil besar ia harus berjalan jauh bahkan melahirkan di tanah asing sebagai pengungsi.Apa enaknya melahirkan tanpa didampingi orang-orang terkasih kecuali suami, apalagi melahirkan di tempat yang bau dan sumpek, di kandang hewan. Apa juga enaknya, gara-gara melahirkan Sang Juru selamat, merekamenghadapi ancaman pembunuhan bayi oleh Herodes, sehingga dengan membawa bayi merah itu,
mereka mengungsi lagi ke Mesir. Saat Yesus 12 tahun, bunda Maria sempat panik, anak semata wayangnya titipan Allah Bapa,hilang di Bait Allah. Waktu ketemu pun sempat bilang gak mau pulang. Selanjutnya ia mendampingi dan membesarkan anaknya seorang diri, tanpa suami yang telah wafat mendahuluinya. Bukan perkara mudah juga Bunda Maria melawan sakit
hati seorang ibu melihat anaknya menderita siksaan disepanjang jalan menuju bukit Kalvari. Ia setia berdiri tidak jauh dari anaknya, tanpa daya, tapi terus mendoakan agar anaknya bertahan sampai akhir. Bunda Maria juga yang menerima jasad Yesus sebelum dimakamkan. Akhirnya Bunda Maria meneruskan tugas Yesus dengan mendampingi murid-muridNya sampai akhir hayatnya. Ia mendampingi para murid dari saat ketakutan sampai mereka bersemangat memberitakan Injil . Itulah Gereja perdana Kumpulan orang-orang beriman.
Di saat menghadapi perjuangan iman, Bunda Maria juga tak lepas dari penghiburan-penghiburan Tuhan. Saat mengunjungi Elisabeth, Maria dipuji dengan kidung Magnificat Maria. Saat melahirkan di kandang sumpek, banyak menerima tamu tak dikenal seperti para gembala bahkan tiga raja
cuma itu, iringan nyanyian para malaikat pasti meneguhkan iman Bunda Maria. Mujizat pertama di Kana adalah tanda heran yang diterima karena Yesus mengabulkan permintaan ibunya.
Saya percaya masing-masing kita mengalami betapa sulitnya perjuangan iman dalam mengikut Yesus, sama seperti masuk jalan kecil yang berdesak-desakan, tapi pasti ada juga penghiburan-penghiburan yang Tuhan berikan bagi kita. Bisa lewat ucapan positif dari orang-orang disekitar kita,
bisa lewat SabdaNya, bahkan kehadiranNya dalam Ekaristi. Semoga penghiburan ini bisa menjadi peneguhan iman kita untuk tetap setia padaNya, sampai kita bertemu muka dengan muka dengan Sang Sabda.
Saat kita takut, khawatir, tak berdaya, Bunda Maria pun masih setia mendampingi kita dan mengharapkan kita juga setia agar bisa berjumpa dengannya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar